Detail Penting
Jumlah Pesanan Minimum:25
nomor spesifikasi:SCR000-1
Deskripsi Produk
Selective Catalytic Reduction (SCR) adalah teknologi pengendalian emisi yang sangat efisien yang dirancang untuk mengurangi nitrogen oksida (NOₓ) dari gas buang mesin diesel. Sebagai komponen inti dari sistem aftertreatment diesel modern, teknologi ini memainkan peran penting dalam memenuhi standar emisi global yang ketat dan mengurangi polusi udara.
Sistem SCR beroperasi dengan menyuntikkan reduktan berbasis urea—yang umumnya dikenal sebagai Diesel Exhaust Fluid (DEF) atau AdBlue—ke dalam aliran gas buang. Pada kisaran suhu optimal 200-400°C, reduktan tersebut menguap dan bereaksi dengan NOₓ pada permukaan katalis khusus (yang didukung oleh substrat cordierite atau silikon karbida). Reaksi kimia selektif ini mengubah NOₓ berbahaya menjadi nitrogen (N₂) dan air (H₂O) yang tidak berbahaya, dengan dampak minimal terhadap komponen gas buang lainnya.
Diadopsi secara luas pada truk bertenaga diesel, bus, mesin konstruksi, generator, kapal laut, dan mesin industri, sistem SCR biasanya terintegrasi dengan DOC (Diesel Oxidation Catalyst) dan DPF (Diesel Particulate Filter) untuk pengendalian polutan yang menyeluruh. Bersama-sama, perangkat ini memastikan kepatuhan terhadap standar seperti Euro 4/5/6, EPA, dan China VI, mencapai efisiensi konversi NOₓ sebesar 90% atau lebih sambil memungkinkan pengoperasian mesin yang efisien.
Informasi Dasar
- Apa itu Selective Catalytic Reduction (SCR)?Ini adalah teknologi pengendalian emisi untuk mesin diesel yang mengurangi nitrogen oksida (NOₓ) menjadi nitrogen (N₂) dan air (H₂O) yang tidak berbahaya menggunakan katalis dan reduktan.
- Bagaimana cara kerja SCR?Reduktan (biasanya berbasis urea seperti AdBlue/DEF) disuntikkan ke gas buang, menguap, dan bereaksi dengan NOₓ pada permukaan katalis pada suhu 200-400°C, mengubah polutan tanpa reaksi samping yang signifikan.
- Apa saja komponen inti dari sistem SCR?Bagian utama meliputi sistem penyimpanan/injeksi reduktan (AdBlue/DEF), katalis SCR (pada substrat cordierite/SiC), ruang pencampuran, dan sensor NOₓ/ECU untuk kontrol.
Aplikasi & Fungsi
- Peralatan apa yang menggunakan sistem SCR?Truk bertenaga diesel, bus, mesin konstruksi, generator, kapal laut, dan mesin diesel industri.
- Polutan apa yang menjadi target SCR?Secara khusus mengurangi nitrogen oksida (NOₓ), termasuk nitrit oksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO₂)—kontributor utama kabut asap dan hujan asam.
- Bagaimana SCR terintegrasi dengan perangkat aftertreatment lainnya?Sering dipasangkan dengan DOC (untuk pemanasan awal/oksidasi) dan DPF (untuk penghilangan jelaga) untuk memenuhi standar emisi yang komprehensif.
Penggunaan & Perawatan
- Reduktan apa yang digunakan untuk SCR?Diesel Exhaust Fluid (DEF) berbasis urea atau AdBlue—secara kimiawi 32,5% urea dengan kemurnian tinggi dalam air deionisasi.
- Bagaimana cara merawat sistem SCR?Gunakan hanya DEF/AdBlue bersertifikat; jaga kebersihan sistem injeksi; ikuti interval servis untuk inspeksi katalis; hindari kontaminasi reduktan.
- Apa yang menyebabkan sistem SCR menjadi tidak efisien?Suhu gas buang rendah (di bawah 200°C), kualitas reduktan yang buruk, keracunan katalis (sulfur, abu oli), atau injektor tersumbat.
Performa & Spesifikasi
- Berapa efisiensi konversi NOₓ tipikal dari SCR?Dapat mencapai pengurangan NOₓ ≥90% dalam kondisi operasi optimal.
- Berapa masa pakai katalis SCR?Umumnya 200.000-400.000 km, tergantung pada kualitas bahan bakar, penggunaan reduktan, dan kondisi operasi.
- Apakah sistem SCR sudah sesuai dengan standar emisi?Ya. Perangkat ini wajib untuk memenuhi regulasi emisi diesel Euro 4/5/6, EPA, China VI, dan standar global lainnya.










